Janji Baru Koperasi Cipaganti

Ekonomi / Keuangan

Janji Baru Koperasi Cipaganti

Senin, 30 Juni 2014 | 08:38 WIB
SHUTTERSTOCK Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasib investor Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada benar-benar di ujung tanduk. Di tengah kasus pidana yang membelit pengurus koperasi, investor mendapat tawaran perdamaian. Hanya saja, proposal perdamaian kasus gagal bayar dana investor senilai Rp 3,2 triliun itu cukup menyedihkan.

Pada rapat dengan kreditur di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Jumat (27/6/2014), tim restukturisasi Koperasi Cipaganti menawarkan proposal perdamaian. Isinya: tim menawarkan pembentukan perusahaan baru berbadan hukum perseroan terbatas yang akan mengumpulkan dan mengontrol aset (pooling assets) koperasi dan Cipaganti Group.

Perusahaan baru ini untuk mempertegas hubungan legal koperasi dengan Cipaganti Group dalam ikatan kepemilikan. Koperasi akan memiliki 99,9 persen aset di perusahaan baru itu dan 1 persen akan dimiliki Andianto Setiabudi.

“Mitra usaha kelak akan menjadi anggota koperasi penuh,” ujar Pribadi Agung, Ketua Tim Restrukturisasi Koperasi Cipaganti, usai rapat. Ini artinya semua investor kelak harus menjadi anggota atau mitra koperasi Cipaganti.

Agar rencana ini berjalan, Agung mengusulkan adanya masa transisi selama 12 bulan, sejak penetapan perjanjian damai hingga perubahan status investor menjadi anggota koperasi.

Di masa transisi nanti, koperasi akan minta pembagian keuntungan dan denda yang belum dibayar sampai 19 Mei 2014 dihapuskan.

Koperasi Cipaganti juga meminta dibebaskan dari pembagian keuntungan selama Mei hingga November 2014. Namun koperasi akan melakukan pembagian keuntungan dengan seluruh mitra usaha sebesar 0,5 persen pada Desember 2014 dan 0,5 persen pada Juni 2015.

Untuk selanjutnya, pembagian keuntungan ditetapkan bersama-sama antara pengurus koperasi dan manajemen pengelola aset. Koperasi Cipaganti juga menetapkan, sejak keputusan PKPU pada 19 Mei 2014, seluruh tagihan dinyatakan telah jatuh tempo. Karena itu, Koperasi meminta jatuh tempo pengembalian penanaman modal penyertaan di Koperasi selama lima tahun.

Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Kristandar Dinata bilang, para investor mengusulkan sejumlah tambahan di proposal itu. Salah satunya meminta Direktur Utama PT Cipaganti Group Andianto membuat pernyataan bertanggungjawab secara pribadi di proposal itu. “Kreditur meminta personal guarantee,” ujar Kristandar.

Investor juga minta, Andianto hadir di rapat selanjutnya. Kristandar mengaku mendapat informasi dari Polda Jabar bahwa Andianto bisa hadir dengan pengawalan.

Rini Yuwono, investor Koperasi Cipaganti berharap modalnya Rp 500 juta bisa kembali, koperasi tak pailit.

Berkaca isi proposal, keinginan 8.700 kreditur masih jauh dari harapan. Dana mereka sulit bisa kembali cepat. (Noverius Laoli)
Baca juga: Kasus Cipaganti dan Ambisi Bisnis Andianto Setiabudi


Editor : Erlangga Djumena
Sumber : KONTAN

Pengusaha Nakal Manfaatkan Kelemahan Lelang Online

Ket Photo: Gambar dari Internet
Font size: Decrease font Enlarge font

Lelang pengadaan barang dan jasa secara online sudah jadi keharusan saat ini. Sistem ini memberi banyak keuntungan karena mampu menghemat anggaran. Namun, lelang online juga punya sejumlah kelemahan. Apa sajakah?

Sebelum dilakukan secara online, pengadaan barang dan jasa dilakukan secara manual. Pengumuman lelang biasanya disampaikan lewat media massa. Perusahaan yang berminat mengikuti lelang bisa mendatangi panitia pengadaan lelang untuk menyampaikan dokumen pengaduan. Interaksi antara peserta dan panitia lelang pun terjadi.
“Di sinilah potensi korupsi terjadi. Peserta lelang bisa melakukan kongkalikong dengan panitia lelang agar memenangkan perusahaan tersebut,” kata Abdullah, Kepala Lembaga Pemantau Independen Pengadaan Barang dan Jasa Kota Pontianak. Menurut Abdullah, inilah yang melatarbelakangi adanya lelang secara online. Di Pontianak lelang secara online dimulai pada 2010. Lelang secara online ini tak dipungkiri memiliki beberapa kelebihan, terutama efisiensi waktu, biaya, maupun dari segi penyiapan dokumen.
Selain itu, semua data kualifikasi, secara otomatis tersimpan dalam database LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik), sehingga peserta tender tidak perlu meng-upload data berulangkali setiap hendak mengikuti tender online. Hanya cukup sekali upload dan mencentang dokumen yang dipersyaratkan oleh instansi penyelenggara tender, mulai dari dokumen perizinan seperti SIUP, NPWP, bukti setor pajak, daftar inventaris kantor, tenaga ahli, neraca, dan lain sebagainya.
Peserta dapat bertanya secara online kepada panitia tender. Dengan demikian para peserta tender tidak perlu lagi mondar- mandir kantor atau instansi penyelenggara tender, karena bisa dilakukan secara online. Sejatinya kegiatan tender online juga diadakan salah satunya untuk menghindari praktek korupsi dalam dalam tender, karena peserta tender hanya dibolehkan bertemu dengan panitia setelah peserta dinyatakan sebagai calon pemenang, yakni ketika panitia melakukan verifikasi data asli dengan dokumen penawaran. Namun, dari semua kelebihan tersebut, ternyata tender online juga memiliki kelemahan- kelemahan, yang bisa saja dimanfaatkan peserta tender “nakal”.
Belakangan, sejumlah organisasi profesi pengusaha menyoroti sejumlah kelemahan yang merugikan banyak pihak tersebut. Kelemahan yang paling banyak disoroti terutama terkait dengan seringnya terjadi kegagalan dalam melakukan proses upload dokumen penawaran, tidak terjaminnya keamanan data perusahaan terkait penawaran, ketidakjelasan penanggungjawab sistem dan infrastruktur serta SDM, atau sering terjadinya fenomena under price bid.
Yang paling menjengkelkan menurut sejumlah pengusaha adalah, ketika server-nya down dan website tidak bisa di akses dalam waktu sekian jam, sehingga seringkali peserta gagal meng-upload dokumen penawaran karena telah melewati batas waktu yang ditentukan panitia.
Lalu tak jarang pertanyaan peserta saat konsultasi tidak dijawab oleh panitia. Hal itu juga menjadi sangat merepotkan, karena dalam tender, sedikit saja terdapat kesalahan pada dokumen, bisa dijadikan “senjata” ampuh oleh panitia “nakal” untuk menggugurkan penawaran peserta.
Kelemahan lainnya adalah, sejak pengadaan sistem online, rekanan tidak tahu seperti apa software yang diterapkan, kemampuan (SDM) operatornya juga dipertanyakan, lalu bagaimana dengan spesifikasi perangkat hardware, security system terkait kerahasiaan data penawaran juga hingga saat ini masih menjadi tanda tanya.
Sumber Pontianak Post menyebut, kerap ada strategi nakal yang dilakukan sejumlah pengusaha agar menang lelang. Caranya dengan membombardir upload dokumen dengan file besar. Tujuannya agar server down sehingga peserta lelang lain gagal untuk mengajukan penawaran. Dengan sedikit saingan diharapkan, si pengusaha itu menjadi pemenang lelang.
“Sudah biasa itu kami membayar orang yang ahli untuk membuat server menjadi down. Terutama pada hari-hari terakhir batas pendaftaran. Kami buat akun khusus untuk mengirim dokumen agar sistem jadi lumpuh,” ujarnya pada Pontianak Post.
Ada kebiasaan di kalangan pengusaha yang mendaftar lelang di hari-hari terakhir pendaftaran. Kelengahan inilah yang dimanfaatkan sejumlah pengusaha lain untuk membuat sistem menjadi lumpuh.
Kepala  Unit Pelaksana Teknis Daerah, Layanan Pengadaan Secara Elektronik Kota Pontianak, I Wayan Nugroho Putro mengakui ada kebiasaan pengusaha yang mendaftar lelang di hari-hari terakhir. Hal ini memang bisa melumpuhkan sistem online.
“Ibaratkan sebuah pintu, jika ada banyak orang yang masuk secara bersamaan, dampaknya orang-orang tersebut tidak akan bisa masuk. Bila terus dipaksa, pintu itu bahkan bisa jebol,” kata I Wayan saat ditemui di kantornya, Senin (5/3).
Kondisi ini yang membuat kerja server menjadi berat. Pihaknya beberapa kali melakukan upgrade sistem dan hardware. Tujuannya agar kemampuan server semakin besar. “Kita tingkatkan bandwichnya. Sekarang bandwich yang digunakan 18 megabyte perdetik, sebelumnya hanya 8 megabyte. Dulu paling hanya mampu 20-30 paket, sekarang 100 paket pun bisa,” ujarnya.
Wayan menawarkan bantuan kepada rekanan yang mengalami kesulitan akses ke server. Yakni dengan menyediakan internet berkekuatan cepat di kantornya. “Internet kami bisa buka 24 jam. ini bisa dipakai untuk memasukkan dokumen,” katanya.
Wayan mengimbau peserta lelang tidak memasukkan penawaran pada hari-hari terakhir pendaftaran. “Jangan terpaku pada lelang zaman dulu. Dulu kan takut kalau lelang jauh-jauh hari takut dibuka-buka. Kalau sekarang kan sudah beda. Kami harap ajukan secepatnya, agar tidak crowded,” ujarnya.
Kepala Lembaga Pemantau Independen Pengadaan Barang dan Jasa, Abdullah, menyarankan hal sama. Dia kerap menerima keluhan dari para peserta lelang mengenai sulitnya memasukkan dokumen lelang secara online.
“Sistem elektronik yang bermain kan manusianya. Kalau manusia yang berbuat, ini tentulah bisa. Kami sekarang mencari bekal untuk meneliti apakah benar ini sengaja dirusak agar menguntungkan pihak tertentu atau hanya karena masalah teknis saja,” kata Abdullah.
Nilai pagu anggaran rencana umum pengadaan barang dan jasa di Kota Pontianak pada 2014 ini cukup besar, yakni mencapai Rp635,226 miliar. Di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak ada 34 SKPD yang diwajibkan mengumumkan rencana umum pengadaan barang dan jasa. Total ada 1834 paket pengadaan barang dan jasa yang terdiri dari 463 paket lelang dan 1371 swakelola (penunjukan langsung).
Semua paket lelang itu harus ditayangkan di portal sistem informasi rencana umum pengadaan barang dan jasa. Sampai dengan akhir Maret, jumlah paket yang telah sebanyak 110 paket atau 23,97 persen dari total seluruh paket yang ditawarkan.
Sebenarnya dengan menggunakan sistem lelang ini, banyak anggaran yang bisa dihemat. Sejak tahun 2010 hingga sekarang, sudah ada 528 paket yang ditawarkan. Sementara paket yang sudah dilelang sebanyak 489 paket. Dengan menggunakan sistem lelang pemerintah bisa menghemat sebesar Rp29,707 miliar.
Tugas pemerintah saat ini, kata Abdullah, adalah memastikan sistem lelang ini tetap berjalan, namun dengan meminimalisir kelemahan pada sistem. “Salah satunya dengan terus memperbesar kapasitas server dan memperkuat sistem yang ada sehingga tidak mudah dibobol,” katanya. (her)

http://www.pontianakpost.com/metropolis/15036-pengusaha-nakal-manfaatkan-kelemahan-lelang-online.html

 

Sekilas Kota Pontianak

Tugu Katulistiwa

Kota Pontianak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasKota Pontianak adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Barat di Indonesia. Kota ini juga dikenal dengan nama 坤甸 (Pinyin: Kūndiān) oleh etnis Tionghoa di Pontianak.

Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi. Di utara kota ini, tepatnya Siantan, terdapat Tugu Khatulistiwa yang dibangun pada tempat yang dilalui garis lintang nol derajat bumi. Selain itu, Kota Pontianak juga dilalui Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia dan

Asal Nama

Nama Pontianak yang berasal dari Bahasa Melayu ini dipercaya ada kaitannya dengan kisah Syarif Abdurrahman yang sering diganggu oleh hantu Kuntilanak ketika beliau menyusuri Sungai Kapuas. Menurut ceritanya, Syarif Abdurrahman terpaksa melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu itu sekaligus menandakan di mana meriam itu jatuh, maka di sanalah wilayah kesultanannya didirikan. Peluru meriam itu jatuh di dekat persimpang Sungai Kapuas dan Sungai Landak, yang kini dikenal dengan nama Kampung Beting.

 

Geografi dan Pembagian Administratif

Kota Pontianak terletak pada Lintasan Garis Khatulistiwa dengan ketinggian berkisar antara 0,1 sampai 1,5 meter diatas permukaan laut. Kota dipisahkan oleh Sungai Kapuas BesarSungai Kapuas Kecil, dan Sungai Landak. Dengan demikian Kota Pontianak terbagi atas tiga belahan.

Secara administratif, kota Pontianak dibagi atas enam kecamatan, yaitu Pontianak SelatanPontianak TimurPontianak BaratPontianak UtaraPontianak Kota, dan Pontianak Tenggara, yang kemudian dibagi lagi menjadi 29 kelurahan.

Kependudukan

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, penduduk Kota Pontianak berjumlah 554.764 jiwa, terdiri dari 277.971 (50,1%) laki-laki dan 276.793 (49,9%) perempuan.[10]

Suku bangsa penduduk Kota Pontianak terdiri dari Cina (31,2%), Melayu (26,1%), Bugis (13,1%), Jawa (11,7%), Madura (6,4%), Dayak, dan lainnya.[2]

Sebagian besar penduduk memeluk agama Islam (75,4%), sisanya memeluk agama Buddha (12%), Katolik (6,1%), Protestan (5%), Konghucu (1,3%), Hindu (0,1%), dan lainnya (0,1%).[1]

Hampir seluruh penduduk Kota Pontianak memahami dan menggunakan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi. Namun bahasa ibu masing-masing juga umum digunakan, antara lain Bahasa Melayu PontianakBahasa TiociuBahasa Khek, dan bahasa daerah lainnya.

Perindustrian

Jumlah perusahaan industri besar dan sedang di Kota Pontianak yang telah terdata selama tahun 2005 adalah 34 perusahaan. Tenaga kerja yang diserap oleh perusahaan industri tersebut berjumlah 3.300 orang yang terdiri dari pekerja produksi 2.700 orang dan pekerja lainnya atau administrasi 600 orang. Perusahaan industri besar atau sedang yang terletak di Kecamatan Pontianak Utara menyerap tenaga kerja terbesar, yaitu 2.952 orang.

Pertanian

Pada tahun 2006, jenis tanaman pangan yang hasilnya paling besar adalah ubi kayupadiubi rambat. Penduduk juga bertanisayuran dan lidah buaya. Tanaman buah-buahan yang banyak ada di Kota Pontianak adalah nangkapisang, serta nanas.

Perternakan di kota Pontianak terdiri dari sapi (potong dan perah), kambingbabi, dan ayam (ras dan buras).

Perdagangan

Perdagangan merupakan salah satu usaha yang berkembang pesat di Kota Pontianak. Perdagangan modern mulai berkembang pada tahun 2001 dengan berdirinya Mal Matahari Pontianak di Pontianak Kota. Pusat perbelanjaan modern mulai dibangun di berbagai sudut kota, seperti Mal Pontianak dan Ayani Mega Mall Pontianak (Pontianak Selatan). Berbagai perusahaan retail nasional mulai mendirikan usahanya di Pontianak (Wikipedia; Pontianak)

Pesawat Berbadan Besar Bisa Mendarat di Bandara Supadio

lionnnnn

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PT Angkasa Pura (AP) II, Pontianak memastikan pesawat berbadan besar seperti Boeing 737 Seri 800 NG (Next Generation) dan pesawat Airbus dapat mendarat di Bandara Supadio. Saat ini, beberapa maskapai telah menggunakan pesawat tipe NG untuk rute Pontianak.

General Manager Angkasa Pura II, Bandara Supadio Pontianak, Chandra Dista Wiradi, mengatakan, Bandara Supadio yang merupakan bandara internasional sudah melakukan berbagai pembenahan, sehingga pesawat NG sudah bisa mendarat di bandara Pontianak.

Satu di antaranya yang telah dilakukan Lion Air menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG per 6 Oktober lalu.

“Jadi tidak ada cerita bahwa bandara kita hanya bisa masuk pesawat kecil-kecil. Air Bus A230 juga bisa masuk. Bandara kita sama dengan bandara lain. Dulu sedang ada isu bandara kita kurang panjang, kurang lebar, kurang bagus, semuanya sudah kita selesaikan,” ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Minggu (27/10/2013).

Chandra memaparkan, maskapai lainnya seperti Garuda Indonesia akan segera menyusul dengan menggunakan pesawat NG di Bandara Supadio Pontianak. Maskapai lainnya akan menggunakan pesawat NG diperkirakan pada awal Nopember 2013, karena akhir Oktober 2013 tim verifikasinya akan masuk.

“Sebelumnya Lion sudah masuk dan Garuda Indonesia segera masuk, karena untuk memasukan pesawat ini prosedurnya cukup rumit, tidak mudah. Kita harus pastikan safety. Jadi cerita dulu runway kurang panjang, kurang lebar itu tak benar. Hanya saja memang ada kelemahan struktur penguatan atau kurang ketebalan. Kita sudah lakukan perbaikan,” jelasnya.

Terpisah District Manager Lion Air Pontianak, Irvan Barda, membenarkan, Bandara Supadio Pontianak sudah bisa didarati pesawat jenis Boeing 737-800 NG. Lion Air sendiri, semua penerbangannya sudah menggunakan tipe NG.

“Ini satu apresiasi yang besar sekali untuk pengelola bandara khususnya AP II Pontianak. Karena dengan demikian maka seluruh penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara akan lebih nyaman,” ujarnya.

Meskipun menggunakan pesawat badan besar, Boeing 737 seri 800 Next Generation yang berkapasitas 189 penumpang. Irvan menegaskan, Lion Air tidak melakukan pengurangan flight penerbangan, justru Lion Air berencana menambah 2 rute baru, yaitu Pontianak-Medan dan Pontianak-Batam. Dengan begitu, diharapkan penumpang tidak perlu lagi transit via Jakarta jika melakukan perjalanan ke daerah.

Penulis: Steven Greatness

Editor: Arief

Sumber: Tribun Pontianak   Minggu, 27 Oktober 2013 20:22 WIB

 

http://pontianak.tribunnews.com/2013/10/27/pesawat-berbadan-besar-bisa-mendarat-di-bandara-supadio

 

 

 

 

 

Selamat Datang di Amirahrentcar Rent car Pontianak, Rental Mobil Pontianak

Selamat Datang di Amirahrentcar Rental Mobil Pontianak  

Selamat datang di Amirah Rental Mobil Pontianak , kami adalah perusahaan jasa persewaan atau rental mobil online pertama di Pontianak  yang melayani kebutuhan perjalanan Anda di kota Pontianak dan Kalimantan Barat bahkan bisa sampai ke Kuching Malaysia dan Bandar Sri Begawan.

Mengutamakan kepentingan pelanggan adalah mutu pelayanan kami. Kami melayani kebutuhan sewa mobil harian, bulanan maupun rental mobil secara kontrak.

Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan menghargai kepercayaan yang sudah Anda berikan. Karena kami secara continue melakukan perawatan rutin pada semua mobil yang kami sediakan.

Kami juga melayani permintaan khusus di luar tipe-tipe kendaraan yang biasa kami sewakan tersebut, misalnya mobil lapangan, double cabin , 4WD dan  mobil mewah seperti Fortuner, Alphard, Camry dan Mercedez Benz, yang biasanya digunakan untuk keperluan atau momen istimewa.

Anda dapat melihat mobil yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan perjalanan Anda untuk sewa mobil Pontianak pada foto di atas.

Untuk melakukan pemesanan, Anda bisa menghubungi kami melalui halaman kontak, atau langsung pada layanan konsumen kami berikut ini:

Amirahrentcar ,  Sewa Mobil Pontianak, Penyewaan Mobil Pontianak, Rental mobil Murah Pontianak, Rental mobil Kalimantan Barat, Rental Motor Pontianak, Rental mobil Pontianak

Mobile : 081345054196 (Whatsapp), 087818361096

PIn BB : 796D7C6B

 

Email : amirahrentcar@yahoo.co.id

Selamat Datang di Amirahrentcar Rental Mobil Pontianak

Selamat Datang di Amirahrentcar Rental Mobil Pontianak  

Selamat datang di Amirah Rental Mobil Pontianak , kami adalah perusahaan jasa persewaan atau rental mobil online pertama di Pontianak  yang melayani kebutuhan perjalanan Anda di kota Pontianak dan Kalimantan Barat bahkan bisa sampai ke Kuching Malaysia dan Bandar Sri Begawan.

Mengutamakan kepentingan pelanggan adalah mutu pelayanan kami. Kami melayani kebutuhan sewa mobil harian, bulanan maupun rental mobil secara kontrak.

Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan menghargai kepercayaan yang sudah Anda berikan. Karena kami secara continue melakukan perawatan rutin pada semua mobil yang kami sediakan.

Kami juga melayani permintaan khusus di luar tipe-tipe kendaraan yang biasa kami sewakan tersebut, misalnya mobil lapangan, double cabin , 4WD dan  mobil mewah seperti Fortuner, Alphard, Camry dan Mercedez Benz, yang biasanya digunakan untuk keperluan atau momen istimewa.

Anda dapat melihat mobil yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan perjalanan Anda untuk sewa mobil Pontianak pada foto di atas.

Untuk melakukan pemesanan, Anda bisa menghubungi kami melalui halaman kontak, atau langsung pada layanan konsumen kami berikut ini:

Amirahrentcar Rental mobil Pontianak, Sewa Mobil Pontianak, Penyewaan Mobil Pontianak, Rental mobil Murah Pontianak, Rental mobil Kalimantan Barat
Mobile : 081345054196, 087818361098

PIN BB : 796D7C6B

Email : amirahrentcar@yahoo.co.id